Sejarah Danau Dendam Tak Sudah

Danau dendam tak sudah (DDTS) adalah sebuah danau yang terletak di Dusun besar kecamatan Singgaran pati, Bengkulu.

Mendengar namanya saja pasti membuat anda sedikit merinding yakni dendam tak sudah.Walaupun nama danau ini tak sebesar danau-danau lainnya yang ada di sumatera seperti danau singkarak, danau toba, danau ranau, danau maninjau akan tetapi danau dendam tak sudah ini mempunyai ciri khas dan keindahan tersendiri. Sebelum melanjutkan cerita tentang danau dendam tak sudah ini terlebih dahulu saya asal muasal nama danau dendam tak sudah ini. Yang di kisahkan secara turun temurun oleh nenek moyang penduduk sekitar.

Sejarah Danau Dendam Tak Sudah

Pada zaman dahulu kala, di danau ini terdapatlah seekor buaya yang cukup besar yang di percaya oleh masyarakat sekitar sebagai penunggu danau tersebut. Dalam kisahnya buaya itu betarung dengan buaya yang datang dari daerah Lampung. Pertarungan terjadi di sungai musi Palembang provinsi Sumatera selatan. Dalam pertarungan tersebut buaya danau dendam tak sudah berhasil memenangkan pertandingan, hanya saja buaya itu kehilangan ekornya dan menjadi buntung.

Sejarah Danau Dendam Tak Sudah

Di sebutkan lagi dalam kisahnya buaya danau dendam tak sudah atau buaya buntung tersebut sempat mengutuk buaya asal lampung yang di kalahkannya. Kutukan tersebut berbunyi "kalau kau pergi main ke danau dendam tak sudah, tidak akan di kasih makan" kurang lebih begitulah kira-kira bunyi kutukan dari buaya buntung itu. Hingga sampai saat sekarang ini danau tersebut di namakan dengan danau dendam tak sudah.

Akan tetapi ada juga yang menceritakan asal usul nama danau dendam tak sudah versi lainnya. Versi tersebut mengatakan bahwa nama danau dendam tak sudah di ambil dari kisah muda-mudi yang sedang di mabuk cinta. Dan mereka menginginkan hubungan mereka tersebut bisa sampai ke pelaminan, namun sayangnya kedua orang tua muda-mudi tersebut tidak merestui hubungan mereka. Mereka pun putus asa dan tidak mau menerima kenyataan itu.

Akhirnya mereka mengambil langkah yang cukup tragis yaitu bu-nuh diri dengan cara menyebur ke dalam danau tersebut. Dan setelah kejadian tersebut konon katanya msayarakat sekitar sering melihat dua ekor lintah yang berukuran besar. Lintah-lintah tersebut di yakini sebagai jelmaan dari muda-mudi yang bu-nuh diri itu. Kisah ini masih di ragukan kebenarannya karena dari cerita orang-orang tua terdahulu lebih banyak menceritakan asal nama danau dari kisah buaya yang bertarung.

Dan jika ada saudara yang lebih mengetahui secara detil tentang kisah danau dendam sudah silahkan tulis di kolom komentar. Agar bisa di jadikan referensi bagi yang lainnya, mohon maaf jika ada terjadi kesalahan dalam penulisan kisah.

0 Response to "Sejarah Danau Dendam Tak Sudah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel