Objek Wisata Batu Angkek-Angkek Tanjung Sungayang, Tanah Datar Sumatera Barat

Batu angkek-angkek adalah salah satu objek wisata yang terletak di kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Indonesia. Batu angkek angkek yang umurnya diperkirakan sekitar 200 tahun ini diletakan dalam rumah adat Minangkabau yang usianya sudah hampir mencapai abad.

Obyek wisata batu angkek-angkek ini memang sempat membuat heboh dan menimbulkan keberatan dari sebagian orang. Ini terjadi karena mereka menganggap dengan mengunjungi tempat ini membuat kita dekat dengan perbuatan syirik dan itu bertentangan dengan ajaran agama. Karena saat ini banyak orang percaya bahwa, dengan batu angkek-angkek ini orang dapat mengetahui cita-cita dan apakah bisa tercapai atau tidaknya.

Jika batu ini dilihat secara kasat mata, maka lebih mirip logam, kuningan ataupun tembaga. Karena batu ini memiliki warna kuning agak kecoklatan dan di beberapa bagian juga terlihat mengelupas berwarna hitam. Jika kita lihat sekilas, batu ini sangat mirip dengan punggung kura-kura. Kan Tapi walaupun begitu jangan sepelekan bentuknya, karena walaupun kecil banyak yang tidak bisa mengangkat batu ini.

Objek Wisata Batu Angkek-Angkek Tanjung Sungayang, Tanah Datar Sumatera Barat

Batu Angkek-angkek jika diartikan dalam bahasa Indonesisa adalah "batu angkat-angkat". Pertama kali ditemukan batu ini bernama "Batu Pendapatan". Dinamai batu Angkek-angkek adalah karena menurut sejarah sejak batu ini ditemukan, orang-orang selalu ingin mengangkat batu ini.

Menurut cerita masyarakat setempat batu Angkek-angkek pertama kali ditemukan oleh Datuak Bandaro Kayo. Datuk Bandaro Kayo merupakan seorang kepala Suku Piliang. Kisa ditemukan nya baru ini adalah ketika Datuk Bandaro Kayo bermimpi di datangi Syech yang bernama Ahmad. Dalam mimpi beliau tersebut Syech Ahmad berpesan agar Datuk Bandaro Kayo mendirikan sebuah kampung.

Pesan tesebut dituruti oleh Datuk, dan mulai lah beliau membuka perkampungan. Pada saat pemancangan tonggak pertama (tiang pertama) terjadi suatu keanehan di lokasi yakni terjadinya gempa lokal. Tidak hanya gempa pada saat yang bersamaan juga disusul oleh hujan panas selama 14 hari 14 malam. Akibat dari peristiwa itu kemudian masyarakat melakukan musyawarah.

Objek Wisata Batu Angkek-Angkek Tanjung Sungayang, Tanah Datar Sumatera Barat

Saat musyawarah sedang berlangsung, keanehan kembali terjadi yakni terdengarnya suara aneh yang berasal dari dalam lubang tempat pemancangan tiang yang pertama. Suara aneh tersebut mengatakan, bahwa di dalam lubang tersebut terdapat sebuah batu bernama 'Batu Pandapatan'. Kemudian suara aneh tersebut juga berpesan agar batu itu dijaga dengan baik-baik.

Batu langka yang sudah berumur lebih delapan turunan itu, dipercaya memiliki kemampuan gaib. Batu ini dipercaya oleh sebagian orang bisa melihat masa depan. Orang-orang bisa mengetahui apakah cita-cita atau niatnya tercapai atau tidak, tergantung apakah mereka berhasil atau tidak dalam mengangkat batu angkek-angkek ke atas pangkuan. Ini dipercaya karena berat batu tersebut selalu berubah-rubah.

Untuk mencoba mengangkat Batu Angkek-angkek ini ada aturan yang harus di penuhi, yakni sebelum orang-orang/pengunjung mulai mengangkat batu ini mereka diminta untuk berwudhu terlebih dahulu. Setelah itu mereka diminta untuk mengucapkan niat dan berdoa. Setelah itu mereka baru boleh mengangkat batu, jika mereka berhasil mengangkat batu itu maka seperti yang dipercaya banyak orang, apa yang diniatkan sebelumnya akan tercapai.

Percaya atau tidak nya itu tergantung dari kita masing-masing. Karena seperti yang dikatakan oleh penjaga batu ini atau keturunan dari Datuk Bandaro Kayo, ini hanya untuk dijadikan motivasi saja. Jika ingin tercapai cita-cita atau niat kita maka berusaha dan berdoa adalah kuncinya.

0 Response to "Objek Wisata Batu Angkek-Angkek Tanjung Sungayang, Tanah Datar Sumatera Barat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel